Kisah ini berasal dari hadits Riwayat Bukhari dimana sebatang pohon kurma menangis karena ditinggal oleh Rasulullah saw.
Pohon kurma itu biasanya selalu digunakan sebagai sandaran oleh Nabi Muhammad saw ketika berkhutbah.
Ketika Rasulullah saw berpindah, batang pohon kurma itu menjerit dengan jeritan yang menyayat hati yang bisa didengar oleh semua sahabat yang hadir.
Imam Asqalani dalam kitab Syarah Shahih Bukhari menceritakan bahwa jeritan tangis pohon kurma itu terdengar bagaikan jeritan sang bayi yang ditinggal oleh ibunya.
Tangisan itu juga terdengar oleh semua para Sahabat yang hadir.
Rasulullah saw yang mengerti tangisan tersebut turun dari mimbar, dan mendekati pohon kurma tersebut dan memeluknya.
Batang pohon itu dipeluk dan setelah itu tangisnya pun mereda bagaikan bayi ketika dipeluk oleh ibunya dan tersendat-sendat, terisak-isak nafasnya menahan tangis karena telah ditenangkan oleh ibunya sampai perlahan-lahan suara tangisnya semakin pelan dan terdiam.
Bagaikan bayi yang kehilangan ibunya dan di peluk dan didekap oleh ibunya sampai masih terisak - isak sesaat kemudian tangisnya terdiam.
Imam Ibn Hajar meriwayatkan salah satu hadits shahih menukil di dalam Fathul Baari bahwa Rasulullah saw bersabda : "seandainya aku tidak menenangkannya, ia akan terus menjerit hingga yaumil qiyamah dengan tangisnya yang didengar oleh jumlah sahabat yang muttawatir, lebih dari 80 sahabat yang mendengar jeritan dan tangis batang pohon kurma ini".
Dijelaskan oleh Al Mufassir Al Musnid Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Hafidz alaihi ridhwanullah (semoga baginya keridhoan Allah swt) di dalam kitabnya, Beliau menjelaskan bahwa ; bayangkan sebatang pohon kurma ini yang tidak mau menjauh dari Rasul SAW, padahal cuma berdekatan beberapa hasta saja Rasulullah pindah, tapi dia tidak mau jauh dari Nabi Muhammad SAW, dan perhatikan cinta Rasul SAW kepada yang mencintainya dan merinduinya walau hanya batang pohon kurma, maka datanglah Rasul SAW dan memeluk batang pohon kurma itu seraya menangis tersendat-sendat dan akhirnya terdiam tangisnya. Demikian indahnya budi pekerti Nabi Muhammad SAW itu terhadap batang pohon kurma, lebih pada ummatnya yang merindukan Rasulullah SAW.
wallahu a'lam

0 komentar:
Posting Komentar