Sabtu, 25 Februari 2017

Syair Kerinduan Siti Fatimah Azzahra untuk Ayahanda tercinta

dsadadasdasdasds



Nafasku tersekat dalam tangisan

Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan

Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan

Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan

Kala rinduku memuncak, kujenguk pusaramu dengan tangisan

Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban

Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku

Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain

Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah,

engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih

Berkurang sabarku bertambah dukaku

setelah kehilangan Khatamul Anbiya

Duhai mataku, cucurkan air mata sederas derasnya

Jangan kau tahan bahkan linangan darah

Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan

pelindung anak yatim dan dhuafa

Setelah mengucur air mata langit

bebukitan, hutan, dan burung

dan seluruh bumi menangis

Duhai junjunganku,

untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah

bukit-bukit dan lembah Makkah

Telah menangisimu mihrab

tempat belajar Al-Quran di kala pagi dan senja

Telah menangisimu Islam

sehingga Islam kini terasing di tengah manusia

Sekiranya kau lihat mimbar yang pernah kau duduki

akan kau lihat kegelapan setelah cahaya


(Ini adalah puisi yang menurut riwayatnya dibacakan oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra setiap kali beliau mengunjungi makam ayahandanya, Rasulullah, Muhammad SAW)

wallahu a'lam

Syair Kerinduan Siti Fatimah Azzahra untuk Ayahanda tercinta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Orang

0 komentar:

Posting Komentar