Sabtu, 11 Februari 2017

Kisah pembunuh 100 orang ingin bertaubat, apakah Allah akan mengampuni dosanya?

dsadadasdasdasds

Kisah ini teriwayatkan dalam hadits shahih Bukhari.

Suatu ketika, Rasulullah saw menyampaikan sebuah kisah terdahulu kepada para Sahabatnya.

Rasululah saw mengisahkan tentang seorang anggota sebuah gank dari Bani Israil yang telah membunuh 99 orang. Kisah ini terjadi sebelum Islam datang.


Dalam kisah itu, Nabi Muhammad saw menceritakan bahwa orang ini akhirnya menyesal dan ingin bertaubat supaya Allah mengampuni dosanya.

Tapi pembunuh itu tidak tahu jika ia bertaubat apakah Allah akan mengampuni dosanya, atau tidak.

Ia pun menanyakannya kepada seorang yang dianggap sebagai Ulama.

Dihadapan Ulama ia bertanya "Wahai Tuan, aku telah membunuh 99 orang, maka jika aku bertaubat apakah Allah akan mengampuniku?"

Sang Ulama menjawab "Kau sudah terlalu jahat, dosanya sudah terlalu banyak dan Tuhan tidak akan mengampunimu".

Si pembunuh ini merasa kecewa. Percuma saja menjadi baik dan menyesal jika tidak akan diampuni.

Si pembunuh ini pun mengangkat pedangnya dan langsung membunuh Ulama itu seketika. Lengkaplah 100 orang yang telah ia bunuh.

Namun ia kembali menyesal dan ingin bertaubat lagi. Ia mencari seorang pandai yang dianggap lebih pintar dan memahami persoalan. Bertemulah ia dengan seorang alim dari Ulama lainnya.

Rupanya, Ulama kali ini lebih bijak, dengan mengatakan bahwa masih ada jalan untuk bertaubat.

"Siapa yang bisa menghalangimu dari taubat?" jawab ulama.

"Tidak ada yang bisa menghalangi mu terkecuali engkau minta kepada Allah dengan satu syarat yaitu engkau tinggalkan kampungmu (yang penuh maksiat ) menuju tempat baru yang penuh ketaatan, dari tempat yang banyak orang melakukan maksiat menuju tempat yang banyak orang yang banyak melakukan kebaikan atau ardhusshalihin ." kata Ulama itu lagi.

Maksudnya selain harus serius untuk bertaubat, Pembunuh 100 manusia ini juga harus segera pindah dari wilayah tempat tinggalnya sekarang, karena wilayah itu penuh dosa dan maksiat. Ia disarankan pindah kesebuah daerah yang lebih banyak orang baik dan orang shalihnya (ardhusshalihin), karena kadang lingkungan sekitar juga turut mempengaruhi perilaku seseorang.

Maka dari hadits ini kita bisa mengambil istimbat bahwa kita disunnahkan untuk pindah dari suatu tempat yang sudah terlalu parah keburukan dalam kampung tersebut. Misalnya banyak maksiat, banyak perjudian, miras, narkoba, dan sebagainya. Karena kalaupun kita dapat selamat dan menjaga diri namun anak keturunan kita bisa terancam hal tersebut.

Pembunuh 100 orang itu pun gembira dan mengikuti saran Ulama tersebut.

Ia pun mulai berkemas dari kampungnya untuk segera pindah ke daerah yang dimaksud Ulama tadi.

Namun sebelum sampai ke daerah yang dituju, ditengah perjalanan Ia terjatuh dan langsung wafat.

Tak lama dua malaikat turun mendekati jenazah yang sudah terbujur tersebut, yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab.

Kedua malaikat ini saling mengklaim merekalah yang paling pantas untuk menangani jenazah pembunuh 100 orang tersebut.

Kedua malaikat ini terlibat perselisihan, keduanya mengakui orang tersebut sebagai bagiannya. Sang malaikat pemelihara menginginkan untuk memelihara dan memuliakannya. Sementara malaikat penyiksa juga menginginkan untuk menyeret dan menyiksanya.

"Aku akan membawa orang ini karena dia sudah memiliki niat yang tulus untuk bertaubat kepada Allah SWT" kata malaikat Rahmat.

"Tidak bisa, orang ini tidak pernah sekalipun berbuat kebaikan selama hidupnya." kata malaikat Azab.

Maka Allah mengirimkan seorang malaikat sebagai hakim atau penengah. Malaikat tersebut mengatakan "Caranya kita ukur jarak orang ini dari tempat yang banyak kebaikan atau tempat yang banyak kemaksiatan".

Allah swt memerintah keduanya untuk mengukur jumlah langkah pembunuh yang telah wafat dan bertaubat tersebut. Apakah lebih dekat kepada wilayahnya yang penuh maksiat atau lebih dekat kepada wilayah yang akan ditujunya yang penuh kebaikan.

Jika ia lebih dekat dengan wilayahnya yang penuh maksiat, malaikat Azab lah yang mengurusnya.

Namun jika lebih dekat kepada ardhusshalihin, wilayah yang penuh kebaikan yang sedang ditujunya, maka bagian Malaikat Rahmatlah yang akan mengurusnya, memuliakannya dan kelak akan masuk kedalam surga.

Setelah diukur, diketahuilah bahwa tubuhnya hanya lebih dekat satu jengkal ke arah tujuan.

Ia telah meninggalkan wilayah kemaksiatannya lebih jauh.

Kala itu Allah perintahkan bumi untuk merapatkan dataran tanah dari arah jenazah itu ke  ardhusshalihin dan memuaikan bumi dari arah jenazah itu ke arah wilayahnya.

Maka dia pun menjadi milik malaikat rahmat, sementara dosa-dosanya membunuh seratus orang telah diampuni seluruhnya oleh Allah swt. Dan ia akan dimasukkan kesurga.

Subhanallah, begitulah Allah yang sangat ingin mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Andai saja mereka mau bertaubat, Allah pasti akan mengampuninya.

Bahkan untuk seorang penjahat yang sudah membunuh 100 orang.

Padahal seumur hidupnya selalu berbuat kejahatan dan belum pernah berbuat apa-apa, belum pernah beribadah sama sekali.

Tapi karena keinginan untuk bertaubatnya besar, Allah pun memasukannya kedalam surga.

Kurang sayang apa Allah sama kita?

Kisah pembunuh 100 orang ingin bertaubat, apakah Allah akan mengampuni dosanya? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Orang

0 komentar:

Posting Komentar